Kesan pertama memang bisa datang dari mana saja, termasuk dari nama seseorang. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di Journal of Experimental Psychology: General mengungkap bahwa bunyi tertentu dalam nama bisa memicu persepsi kepribadian yang berbeda.
Bunyi Lembut vs Bunyi Tegas
Peneliti dari University of Calgary, dipimpin David Sidhu, membandingkan dua jenis bunyi dalam nama: sonorant (lembut, mengalun seperti huruf M, L, N) dan voiceless stop (pendek, tegas seperti T, K, P). Contohnya, nama Lauren (sonorant) vs Katie (voiceless stop).
Dalam tiga penelitian, 180 peserta diminta menilai sifat kepribadian seperti keramahan (agreeableness) dan ekstroversi. Hasilnya konsisten: nama sonorant seperti Lauren lebih sering dikaitkan dengan pribadi yang ramah, kooperatif, dan emosional. Sementara nama voiceless stop seperti Katie dinilai lebih ekstrovert, energik, dan supel.
Bukan Karena Pengalaman Pribadi
Awalnya peneliti menduga persepsi ini muncul karena pengalaman dengan orang bernama sama. Tapi saat diuji dengan nama fiktif seperti Mauren atau Tatie, pola yang sama tetap muncul. Artinya, asosiasi ini lebih bersifat naluriah.
Peneliti juga menguji apakah nama benar-benar mencerminkan kepribadian asli. Dengan survei pada 1.000 partisipan, mereka tidak menemukan hubungan signifikan antara bunyi nama dan karakter nyata. Jadi, kesan dari nama hanyalah 'first impression' yang belum tentu akurat.
Kenapa Bisa Terjadi?
Manusia secara alami mengaitkan bunyi dengan emosi. Bunyi lembut seperti pada Lauren atau Owen sering terdengar dalam situasi tenang, sehingga memunculkan kesan hangat dan dapat dipercaya. Sebaliknya, bunyi pendek dan tegas seperti Jack atau Katie mengingatkan pada aktivitas dan kegembiraan, sehingga terkesan lebih ekstrovert.
Aplikasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Meski tidak menentukan kepribadian asli, temuan ini berguna di beberapa bidang. Misalnya, perusahaan bisa memilih nama produk dengan bunyi yang sesuai dengan citra merek. Penulis juga bisa memberi nama tokoh yang bunyinya selaras dengan karakternya.
Namun dalam pergaulan sehari-hari, jangan terlalu cepat menilai seseorang dari namanya. Setelah berinteraksi lebih jauh, sifat asli mereka akan jauh lebih jelas daripada sekadar bunyi nama.